COFFE MORNING PENGADILAN TINGGI KALIMANTAN TIMUR

Samarinda - Humas PT Kaltim : Bertempat diruang Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur Pimpinan dan para Hakim Tinggi mengadakan agenda coffe morning yang membahas tentang Tuntutan Ganti Rugi Putusan Bebas Dalam Perkara Praperadilan. Dalam pembahasan tersebut menghasilkan 4 (empat) pokok permasalahan yaitu : 1. Terdakwa yang diputus bebas oleh Pengadilan yang putusannya telah mempunyai kekuatan hukum pasti dapat mengajukan permohonan tuntutanganti rugi kepada Pengadilan Negeri melalui Praperadilan. Dasar hukum pengajuan perkara praperadilan tututan ganti rugi ini sesuai pasal 77 jo pasal 95 dan pasal 96 KUHAP, namun biasanya Pengadilan Negeri memutus untuk menolak permohonan pemohon Praperadilan. 2. Bentuk putusan tuntutan ganti rugi dalam perkara Praperadilan berupa penetapan sebagaiman diatur dalam pasal 96 ayat (10 KUHAP. Dalam praktek dan sesuai bentuk penetapan amar putusan berbunyi : "Menetapkan" sekalipun isi amar putusan berupa perintah untuk melakukan sesuatu. Namun dalam SIPP tertulis "Mengadili". 3. Termohon Praperadilan dapat mengajukan "Eksepsi" yang harus dipertimbangkan oleh Hakim dalam penetapan dan dinyatakan pula dalam "amar putusan". 4. Biaya perkara dalam penetapan berbunyi : biaya perkara dibebankan kepada negara sejumlah nihil, tetapi ada pula yang menyatakan "Pemohon dihukum membayar biaya perkara sejumlah nihil". Dari hasil pembahasan yang berisi 4 (empat) permasalahan tersebut akan dibahas secara lebih luas lagi pada kesempatan diskusi selanjutnya.