Penerapan SIstem Hukum Baru

SAMARINDA – Kota Samarinda dinyatakan lulus dan terpilih mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia setelah mengikuti assessment. Gerakan ini dimulai dengan 25 kota/kabupaten. Konsekuensinya, mempersiapkan bertahap layanan publik digital.Assesment langsung dihadiri kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda Dr Aji Syarif Hidayatullah di Kementerian Kominfo, Jakarta, 2 Mei lalu.Menurut Dayat–demikian Aji disapa, Samarinda dinilai secara langsung oleh Tim Penguji, yakni Dana Indra Sensuse, Ir, MLIS, PhD dari Universitas Indonesia, Dr Ir P.M Winarno (Universitas Multimedia Nusantara), dan Dr tech Wikan Danar Sunindyo ST M.Sc (ITB).“Selanjutnya hasil assessment ditentukan oleh panel 21 team juri, scoring dengan mengacu kepada dimensi kebijakan, SDM TIK, infrastruktur TIK, aplikasi yang meliputi pelayanan publik, administrasi dan manajemen umum, administrasi legislasi, manajemen pembangunan, manajemen keuangan, manajemen kepegawaian, dan yang terakhir adalah komitmen dukungan anggaran,” ucap Dayat.Berdasarkan surat nomor 265/KOMINFO/DJAI/AI.01.05/05/2017 tanggal 5 Mei 2017 tentang penyampaian hasil seleksi assessment, Samarinda dinyatakan lulus dan terpilih. “Suatu kebanggaan Kota Samarinda masuk dalam rencana Kementerian Kominfo ini, karena Samarinda dianggap siap dalam mengimplementasikan smart city dan dianggap bisa bekerja sama dan bersinergI baik dengan Kementerian Kominfo RI dan Pemerintah Pusat juga dengan pemerintah daerah lainnya,” ungkap mantan kepala BKD Samarinda ini.Menurutnya, jika Samarinda sukses mengimplementasikan sesuai bimbingan dan asistensi Tim Pakar yang disediakan Kementerian Kominfo RI, maka Samarinda akan menjadi Role Model atau rujukan pengembangan smart city secara nasional.Dayat menyebutkan, Jaang juga pernah mengatakan dalam beberapa kesempatan selalu menekankan mendukung smartcity dan memprioritaskan program mencerdaskan masyarakat dan tentunya aparatur Pemerintah Kota Samarinda. “Bentuk dukungan lainnya adalah dengan membentuk Dinas Komunikasi dan Informatika dengan tipe maksimal yaitu tipe A,” terang Dayat.Adapun Diskominfo dalam hal ini diharapkan dapat menyediakan layanan digital terhadap semua layanan publik secara bertahap, dengan tujuan agar tidak ada lagi keluhan masyarakat mendapatkan pelayanan yang tidak ramah, menghindari praktek pungutan liar, dan sebagainya.Dengan terpilihnya Samarinda dalam gerakan 100 Smart City secara nasional ini, Walikota Samarinda Syaharie Jaang optimis Samarinda dapat menjadi smart city atau kota cerdas yang pada akhirnya akan mewujudkan kualitas hidup masyarakat.