, ,

Perkuat Kepemimpinan di Peradilan, PT Kaltim Lantik Wakil Ketua dan Laksanakan Pembinaan

Samarinda — Suasana khidmat dan penuh wibawa menyelimuti Ruang Sidang Utama Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur pada Jumat, 30 Januari 2026. Pada kesempatan tersebut, telah digelar Sidang Luar Biasa Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Ibu Nova Flory Bunda, S.H., M.Hum., sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur.

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur,Bapak Suwidya, S.H., L.L.M., dengan Saksi I Bapak Dedi Fardiman, S.H., M.H., dan Saksi II Bapak Dr. Eddy Parulian Siregar, S.H., M.H. Pelantikan tersebut dihadiri oleh seluruh warga Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur serta para Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri se-Wilayah Hukum Kalimantan Timur. Prosesi pengambilan sumpah berlangsung tertib, sakral, dan penuh kekhusyukan.

Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan sambutan dan pembinaan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan reflektif mengenai makna amanah kepemimpinan.

“Selamat dan sukses kepada Ibu Nova Flory Bunda atas amanah yang Ibu terima. Menjadi pimpinan adalah kehormatan, tetapi sekaligus ujian. Jika amanah ini tidak dilandasi dengan melibatkan Allah, jabatan justru bisa menyeret kita terbawa arus dan pada akhirnya menjadi beban,” ujarnya.

Beliau juga memberikan semangat kepada Wakil Ketua yang sebelumnya berkiprah sebagai hakim yustisial pada Bawas. Menurutnya, peralihan peran ke jabatan struktural merupakan pengalaman baru yang menuntut kesiapan dan kebesaran jiwa.

“Ini mungkin bukan hal yang mudah karena perannya berbeda. Namun saya yakin, dengan pengalaman, keteguhan nilai, dan kemauan untuk terus belajar, Ibu dapat menjalankan amanah ini dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengadilan Tinggi turut menyoroti peran perempuan dalam kepemimpinan peradilan.

“Menjadi perempuan sekaligus pimpinan tidaklah mudah. Di kantor memimpin organisasi, di rumah tetap memikul peran seorang Ibu. Namun fakta menunjukkan, hampir 30 persen pimpinan di lingkungan Mahkamah Agung adalah perempuan. Ini bukti bahwa perempuan semakin dipercaya dan semakin mampu,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa ketelitian dan kecermatan yang dimiliki perempuan menjadi keunggulan tersendiri dalam kepemimpinan.

“Banyak capaian prestasi diraih oleh pimpinan perempuan. Semoga dengan hadirnya Ibu Wakil Ketua, PT Kaltim dapat melangkah lebih maju lagi,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, beliau mengajak seluruh aparatur untuk menyambut Wakil Ketua dengan semangat kebersamaan.

“Mari kita sambut Ibu Wakil Ketua dengan membangun chemistry dan sinergi. Tidak ada pimpinan yang bisa bekerja sendiri. Keberhasilan hanya bisa dicapai jika kita berjalan bersama,” ajaknya.

Memasuki sesi pembinaan, Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur menegaskan bahwa keberhasilan organisasi, baik di tingkat Pengadilan Tinggi maupun Pengadilan Negeri, bukanlah keberhasilan individu.

“Keberhasilan satuan kerja bukanlah keberhasilan satu orang, melainkan keberhasilan kebersamaan. Tidak ada capaian yang lahir dari kerja sendiri-sendiri,” tegasnya.

Di awal tahun ini, beliau mengajak seluruh aparatur untuk kembali mengumpulkan semangat dan fokus pada target bersama, khususnya penguatan Zona Integritas, serta peningkatan mutu layanan melalui program AMPUH.

“Mari kita awali tahun ini dengan tekad meraih yang terbaik. Jaga terus zero report policy, karena integritas itu bukan slogan, tetapi kebiasaan,” pesannya.

Turut menambahkan, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai integritas dan etika profesi.

“Sebelum saya bertugas, saya diminta untuk menanamkan nilai-nilai integritas. Seluruh aparatur peradilan harus diprofiling dari kejujuran, profesionalisme, dan kesusilaan. Semua itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pedoman perilaku aparatur peradilan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh aparatur untuk tidak berhenti pada formalitas, melainkan benar-benar menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam keseharian pelaksanaan tugas.

“Mari kita tingkatkan integritas, bekerja lebih keras, dan menghasilkan kinerja yang berkualitas. Profesionalisme tanpa integritas tidak akan bermakna, begitu pula sebaliknya,” tegasnya.

Menurutnya, kerja yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, konsisten, dan berorientasi pada kualitas akan menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Menutup rangkaian kegiatan, Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh aparatur atas kerja sama, dedikasi, dan kebersamaan yang selama ini telah terbangun. Ia menegaskan bahwa capaian dan keberlangsungan kinerja organisasi tidak terlepas dari kontribusi setiap unsur di dalamnya.

“Terima kasih atas kerja sama, kekompakan, dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama ini. Apa yang kita capai hari ini adalah hasil dari kerja bersama, bukan kerja satu atau dua orang,” ungkapnya.

Ketua Pengadilan Tinggi juga mengajak seluruh aparatur untuk terus menjaga semangat, soliditas, dan rasa memiliki terhadap organisasi, khususnya dalam mendukung kepemimpinan yang baru.

“Mari kita jaga kebersamaan ini. Tetap saling menguatkan, saling mengingatkan, dan saling mendukung. Dengan kebersamaan, tidak ada target yang tidak bisa kita capai,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *